OYO adalah salah satu jaringan layanan perhotelan dengan 1 tujuan yaitu menawarkan jasa hotel hemat dari India didirikan pada tahun 2013 oleh Ritesh Agarwal dan sejak itu berkembang menjadi lebih dari 8500 hotel di 230 kota di India, Malaysia, Nepal, Cina dan Indonesia. 
Cerita blog kali ini tentang pengalaman aku dan adik sepupuku, 2 keponakanku dan mamak juga callista menginap disalah satu hotel OYO di Kota Lhokseumawe. Hotel Oyo ini mendapatkan Ratting 3 di Google. 
Hotel OYO ini terletak dipusat kota, untuk kulineran juga mudah. Berdekatan dengan Rumah Sakit Bunda dan Restoran Wong Solo. Lihat saja di Google Maps, hotel ini mudah ditemukan dan dekat mau kemana saja. 
Malam pertama sudah kami lalui dengan pengalaman yang entahlah tidak dapat ambo ungkapkan. Baca aja di sini  "Pengalaman Buruk di Hotel Harmoni Langsa". Apakah malam kedua juga akan mengalami kejadian yang sama? Yuk lanjut dibaca guys!. 😊

Malam itu adalah malam kedua kami dikota Lhokseumawe,  setelah puas menjelajahi kota lhoekseumawe, akhirnya kami memilih hotel ini sebagai pilihan terakhir. Hotel ini terletak di area perumahan dan tidak terlalu jauh untuk mencari kuliner disekitar hotel. Awalnya Anif dan Dini mengajakku untuk hunting  kuliner diarea sekitar tapi aku menolak halus, biarlah mereka berdua menghabiskan masa berdua, sementara itu bocah-bocah bersama kami sementara. 
Lelah sudah menjalar ke sekujur tubuh. Anif adik sepupuku memberikan kunci kamar setelah urusan reservasi selesai. Dia memesan 2 kamar untuk malam itu, kamar nomor 30 dan kamar nomor 11. Jarak antara dua kamar ini saling berjauhan. Kamar 30 di hujung kiri sedangkan kamar nomor nomor 11 dihujung kanan. 
Sumber :www.booking.com
Kamar nomor 11 jenis Suite Deluxe room, berukuran 10m₂, ada TV, AC dilengkapi Sofa dan WIFI gratis. 


Selain wifi dikamar ini juga disediakan kulkas dan ceret listrik untuk memasak air. Terdapat juga colokan dikanan kiri tempat tidur. Lampu kamar disetting untuk lampu tidur sehingga tidak memerlukan lampu meja. Ada kekurangan dikamar in yang perlu diperhatikan adalah AC dikamar ini bocor dan ada air yang menetes dari dalam filternya.

Kamar mandinya didesain dengan model minimalis. Ada shower dan juga toilet duduk. Airnya juga lancar. Hal utama yang paling penting dipenginapan adalah sumber air yang bersih dan lancar.
Keceriaan ponakanku mandi pagi ditoilet ini. 
Selesai dengan kamar nomor 11, aku akan ceritakan tentang kamarku, calistha dan mamak. Malam itu memang hanya tinggal 2 kamar yang kosong, andai ada kamar lain yang sejenis dengan kamar no 11, pasti Anif sudah memilih kamar itu. Malam itu kamar dipenginapan lain juga  penuh. 


Lorong menuju kamr Nomor 30
Kamar Nomor 30

Kamar nomor 30 bagus dan interior didalamnya juga minimalis, ruangan kecil ukuran 4m x 3m itu didesain dengan baik. Didalamnya ada sebuah lemari besi, ukuran 1.5 m x 1m. Ada sebuah gantungan handuk,  televisi LCD, dan AC. Wifie dari dikamar ini berbeda password dengan kamar nomor 11 karena jarak kamar 11 dan kamar 30 lebih dari 10 Meter. Signalnya melemah, jadi aku meminta password untuk wifie di area kamar nomor 30.

Interior kamar Nomor 30
Apa yang ada didalam kamar dalam kondisi baik, dan juga disediakan 2 buah handuk bersih hanya saja 1 hal yang memang tidak bisa aku toleransi. Kamar mandi dikamar ini tidak sama dengan kamar mandi dikamar nomor 11. 



Foto ini menggunakan efek wild, jika menggunakan kamera biasa kamar mandi ini sangat pengap, karena plafonnya rendah. Ukuran tinggi pria dewasa 180 cm, tidak bisa masuk kedalam kamar mandi ini. Selain itu kerannya hanya menggunakan pipa berukuran 3/4" dan akan mati otomatis jika sudah penuh dengan bantuan pelampung tangki (benda bulat putih yang ada di foto itu bendanya).

Sejujurnya, aku tidak masalah dengan airnya tetapi, hujung pipanya agak sedikit kotor karat dan yang membuat aku terkejut ada seekor cacing besar didalam bak, sayangnya aku tidak membawa kamera karena saat itu handphone ku sedang lowbath dan mati. 

Spontan aku langsung membuka penutup bak dan aku kuras bak malam itu juga. Saat itu jam 11.45 pm. Bayangkan badan sudah capek tapi harus menguras bak karena ada cacing, aku jijik kalau bab cacing dalam bak air. Aku mengisi kembali bak dan menunggu sampai jam 12:30 malam. Lalu berwuduk dan solat  Isya dengan arah kiblat yang salah karena belum ada tanda arah kiblat. Malam itu aku tidur nyenyak karena dinginnya udara AC dan kelelahan. 

Pagi hari kami bangun jam 6.00 am, alarm tidak terdengar karena rasa capek luar biasa dan bergegas solat subuh namun arah kiblat nya sudah benar setelah mamak lihat musola disebelah bagian reservasi. Pagi itu ada hal kecil yang membuatku kesal, didalam bak mandi muncul lagi 2 ekor cacing tapi ukurannya sedikit lebih kecil dari cacing tadi malam, keduanya meliuk mengikuti riak air.  Aku jijik sekali. Akihirnya kami bertiga memutuskan mandi kamar 11 setelah sarapan nanti. Dini meneleponku dan mengajak kami untuk sarapan, karena jam 7 area sarapan akan dirapikan dan lewat dari jam itu tidak ada lagi sarapan yang disediakan. 

Kami ber-7 keluar kamar dan mengambil jatah sarapan. Ternyata jatah sarapan hanya disediakan untuk 2 orang disetiap kamar, jika ada kelebihan akan dikenakan tambahan biaya sebesar Rp. 15.000/ porsi dengan ketentuan pilihan 1 jenis lauk, yaitu lauk Ikan + sayur atau telur ceplok+sayur. Ada tambahan kerupuk gratis, juga disediakan kopi panas dan teh panas. Khusus untuk telur dadar akan digoreng saat itu juga sesuai permintaan. Kami adalah tamu terakhir yang mengambil sarapan. 
Area Restoran (posisinya di sisi kiri)
Setelah membayar hotel dan tambahan biaya sarapan, kami masuk kekamar dan mandi berganti-gantian dikamar mandi nomor 11.  Kami mandi dan selesai merapikan diri dan berkemas segera. Tepat jam 11.00 am kami semua Check Out dari wisma itu karena ada urusan lain yang harus dikejar sebelum pulang ke Medan sore harinya.

Menurutku hotel ini bagus dan masih ada beberapa kamar yang sedang direnovasi interiornya, tidak ada cacat besar yang kutemukan dari hotel ini kecuali kamar mandi mini dikamarku. Untuk keramahan staf cukup baik hanya kakak bagian restoran yang sedikit ketus mungkin karena logat daerah beliau masih kental sehingga kalimat yang diucapkan sedikit berbeda dari bahasa Indonesia. Sebaiknya untuk manajemen meminta staff membiasakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, juga membuat tanda arah kiblat disetiap kamar, agar tidak ada kejadian solat dengan arah kiblat yang salah seperti yang kulakukan. 

Rating Wisma : 7/10 
Harga  : Bervariasi sesuai tipe kamar (bisa dilihat di Google)
Fasilitas gratis : Toiletries label OYO dan 2 botol air mineral
Koneksi Internet : Wifie

Untuk reservasi bisa menghubungi nomor kontak dan alamat dibawah ini:

OYO 1636 WISMA KUTA KARANG
Alamat :
Jl. Baiturrahim No. 14 Lhokseumawe Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia, Kode Pos 24355
No. Telepon :064-543232
Hp: 0852-0623-2232

16 Komentar

  1. Tulisan lhokseumawe pada judul kelebihan 'e' nya tu dika, btw kakak jadi pengen juga nich liburan di hotel OYO tapi tunggulah sampai wabah corona ni mereda

    BalasHapus
  2. Weee aku tau nih letaknya.. hehehe
    Soalnya dulu ngekost daerah Banda sakti.

    BalasHapus
  3. Aku kl ke lhokseumawe nginapnya di hotel rajawali or hotel winton, pernah juga di diana hotel
    OYO ini malah aku ga tau, tq ulasannya
    Tar kl ksana bisa jd pertimbangan hehe

    BalasHapus
  4. Baca artikel Dika ini terus terang kakak deg2 ser lahh haha... dulu cerita hotel dengan baunya itu trus sekarang ada cacing besarnya. Nguras pulak tuh malam2. Oh Dikaaa... superkali lah si Dika ini.... seruuu petualangannya... Kk tunggu cerita lainnya ya. Pasti lebih seru keknya ni

    BalasHapus
  5. smogaaa yg punya hotel baca postingan ini wkwkwk up kak ke pihak mereka biar jd masukan. soalnya kalo udh di hotel kan kita emang cari nyaman nya ya...

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. sebenarnya kalau kejadian nemu cicak itu, kak bisa langsung komplain ke pihak hotel loh kak. bisa mereka yang bersihkan atau dipindahkan ke kamar lain.

    BalasHapus
  8. Enak banget bisa nginap di OYO, aku beberapa kali nginap di OYO tapi memang selalu bermasalah sama kamar mandi yang enggak menyenangkan.

    BalasHapus
  9. Hmm..jadi ingat perjalanan melewati lhoksumawe 2005-2008..😎

    BalasHapus
  10. Wah jd teringat waktu kerja sebagai surveyor bank indonesia. Aku setiap 3 bulan rutin survei hotel ini kak. Sekarang nggk nyangka udh pakai OYO dan jd lebih bagus
    Semoga hal2 yg jeleknya bisa diperbaiki ya

    BalasHapus
  11. Bagus ya hotelnya, jaringan hotel OYO manfaat banget untuk dapat rekomendasi hotel ke tempat yg dituju

    BalasHapus
  12. Nguras kamar mandi kak? Oh kak Dika begitu rajin.
    Kalo Aq, pastinya udah komplain. Semoga bisa lebih meningkatkan kualitas lagi ya OYO.

    BalasHapus
  13. Ih dik...untung nyewa 2 kamar ya...kalau 1 kamar gimana itu ya...kamar mandi memang salah satu yang paling kita perhatikan ketika nginap di hotel. Semoga hotel ini semakin berbenah ya biar makin banyak tamunya. Secara fasilitas yang lain sudah lumayan ok.

    BalasHapus
  14. Tapi, kan kok cepat sekali sarapan jam 7 udah diberesin.
    biasanya itu jam 10 maksimal sarapan.

    Dan soal menguras bak mandi, wah mestinya minta tolong petugas house keepingnya aja, biasanya mereka 24 jam melayani itu..

    BalasHapus
  15. Nggak bisa bayangin capeknya nguras bak mandi tengah malam. Kalo ada tetangga di kamar sebelah, mungkin mikirnya udah macem-macem, haha...

    BalasHapus
  16. Proud of you dika.. kemana mana sama mamak. Anak berbakti..

    Maafkan daku yang #salahfokus haha

    BalasHapus