Jumat 15 November aku mendapat kesempatan menemani istri dari sepupuku untuk dinas makeup di Langsa. Kami berangkat dari Medan tepat jam 5 sore bersama trio K, Kalista, Kenzi dan Keisha serta ibunya kalista yang biasa dipanggil mamak juga ikut. Anif sepupuku menjadi supir yang akan membawa kami.

Perjalanan kami mulus dan lancar, melintasi daerah Pangkalan Brandan lalu melaju cepat memasuki perbatasan kota Langsa. Selama di perjalanan Kenzi duduk menja dengan bundanya sedangkan keisha duduk di pangkuan mamak dan kalista bersandar manja dilengan kiriku yang empuknya melebihi spring Bed King Koil. Hahahaha. Untuk pengetahuan teman-teman Kenzi usianya hampir memasuki 2 tahun, adiknya Keisha sudah 1 tahun lebih, jarak kelahiran mereka berdua sangat dekat sedangan Kalista sudah SD kelas 2. 

Padatnya arus membuat kami sampai di Langsa di hotel yang dipesankan oleh si calon pengantin tepat pada jam 10.37 pm yaitu Hotel Harmoni Langsa. Alhamdulillah dalam benakku kami menginap di hotel yang bagus.




Aku keluar dari mobil dan menghirup udara lega dan beryukur karena aku tidak mual parah akibat makan bakso beranak sampai habis tadi sore. Sehingga perut ini terlalu sesak kepenuhan. Mual selama diperjalanan hanya ku obati dengan minum antan**in. Alhamdulillah lega dan nyaman.



Keisha yang dipangku mamak masih terlelap. Dini dan Anif  masuk terlebih dahulu untuk mengkonfirmasi reservasi kami tadi sore karena kamar yang disediakan hanya 1 kamar sedangkan 1 kamar lagi untuk aku, mamak dan Kalista harus dipesan ulang. Sambil menunggu mereka berdua, aku keluar dan mengambil beberapa foto untuk menjadi bahan tulisanku. Meski suasana malam gelap tapi kamera handphone ku masih mumpuni untuk menangkap gambar. 

Beberapa saat menunggu akhirnya Dini dan Anif keluar dan memberi isyarat bahwa kamar tambahan tersedia. Kami bertiga mengeluarkan baju dan beberapa barang seperlunya dari bagasi mobil. Mamak masih menggendong Keisha sedangkan Kenzi sudah terbangun. 

Gedung hotel ini terlihat mewah dan besar dengan warna krem dan coklat. Ada 4 lantai. Aku tidak tahu apakah ini hotel terbaik atau termewah tapi dari apa yang diceritakan beberapa teman ini adalah hotel terbesar di Langsa. Sarapan juga disediakan disini dan kalau tidak salah restoran dibuka dari jam 7 pagi dengan menu nasi goreng dan lontong. 

Bayangan hotel mewah, disuguhkan welcome drink atau segelas air mineral kemasan, atau ruangan lobi yang wangi seperti kebanyakan hotel lainnya sudah menari-nari difikiranku. Sebaik saja Anif membuka pintu lobi, aku rasanya ingin pingsan dan kembali ke mobil saja. Aku bukanlah orang yang bisa menahan diri jika hal ini terjadi.

Bagaimana tidak, jika saat masuk kamu bukan disambut dengan welcome drink tapi kali ini kamu yang sudah biasa masuk keluar hotel mewah dan wangi, disambut aroma septitank yang membuat mual. Rasanya ingin muntah dan muntah. Aku juga heran bagaimana bisa bagian resepsionisnya bisa nyaman dengan aroma ini atau memang terpaksa menyamankan diri demi profesional kerja. Entahlah..aku rasanya ingin membeli 50 botol *downy untuk disemprot diruangan itu.

Bayangkan saja saat itu sudah jam 11 malam, seluruh tubuh lelah namun seketika itu dihajar dengan aroma tinja yang busuk rasanya tubuh ini jadi lemah lunglai. Saat itu juga aku membayangkan wc rumah kos yang kotor yang pernah aku kunjungi. Aku tidak tau apa yang salah, tapi jika aku adalah Dini aku akan batalkan semua reservasi pindah ke hotel yang lebih wangi atau sekalian saja bau parfum dieuangan itu wangi sabun telepon aku terima asalkan jangan bau tinja. 


Aku mencoba berdamai dengan keadaan, dan terus mengikuti langkah Dini yang bergerak cepat menarik kopernya. Kami semua hanya ingin istirahat. Suara roda koper bergesekan dengan lantai terdengar riuh dilorong kamar hotel. Kamar kami dilantai 1, awalnya kamar Dini dilantai 3, dan kamarku bersama mamak di lantai 1, namun karena tidak ada lift maka Dini lebih memilih kamar dibawah dengan ukuran lebih kecil. Kamar kami berhadap-hadapan. Kamarku nomor 109.



Ini adalah keputusan memilih kamar yang membuatku menyesal semalaman. Aku yang lebih memilih kamar dengan keset kaki handuk yang bersih harus menahan semalaman tidur dengan mata terbuka. Fikiran kusut dan kesal. Semua bercampur aduk. 

Dini menyerahkan kuasa sepenuhnya padaku memilih kamar mana diantara dua kamar yang direservasi, ada dua kamar dengan keset kaki handuk yang berbeda kebersihannya disetiap kamar mandi kami. Aku memilih keset kaki handuk yang lebih bersih dari kamar Dini, namun ternyata itu adalah pedoman yang salah. Andai saja aku memilih keset kaki handuk yang kotor aku tidak akan mengalami kejadian ini. 

Meskipun begitu aku masih  bersyukur karena kamar kami ditata rapi dan bersih meski aroma bususk berseliweran dimana-mana. Kamar mandi yang berada di setiap kamar kami juga bersih dilengkapi dengan shower dan WC duduk/ kloset meskipun terlihat sudah lama tapi cukup bersih. 

Kamar 109 yang saya tempati

Setelah Isya kami menutup pintu kamar masing-masing dan bersiap untuk tidur. Televisi ukuran 22" model tabung masih menyiarkan acara Dangdut. Mamak dan Kallista sudah terlelap karena kelelahan usai perjalanan Medan -Langsa mencapai 7 jam. Aku masih membelek-belek instagramku, tapi tiba-tiba saja paket internetku habis  dan dengan wajah kusam belum mandi aku keluar menuju resepsioni untuk menanyakan password WIFI yang tersebut. Aroma tahi masih berkeliaran dimana-mana. Ingin kusumbat lobang hidung tapi aku lebih jijik kalau udara itu masuk kemulutku. Saat di meja resepsionis ternyata mereka punya dua password, namun daya sebar signal yang kencang hanya mencapai lobi saja sedangkan signal di area kamar tidak kencang dan lelet. Aku sempat kesal karena saat itu paketku habis. Akhirnya aku kembali ke kamar dengan kecewa dan lebih memilih untuk tidur saja. 

Aku mencoba untuk tidur, namun aroma tahi membuat hidungku tidak bisa kompromi. Hidungku yang memang anti untuk menghidu bau yang tidak biasa pasti memberontak jika ada aroma busuk. Aku mencoba mengusir aroma itu dengan menambah volume dingin AC di atas kepalaku mencapai 15 derjat celcius, saluran udaranya bergerak pelan menghembuskan udara dingin.

Aku menarik selimut menutupi setengah tubuh menghindari rasa dingin yang makin menjalar ke seluruh badan karena memang aku tidak terbiasa dengan AC, dan tidur malamku biasa ditemani kipas mini karena tidak biasa dengan angin kencang kipas yang bisa membuat masuk angin. 

Semakin lama semakin riuh suara sekat  Air Conditioner (AC) antara ruang saluran udaranya. Suara itu mengganggu sekali ditambah aroma busuk yang sangat amat mirip dengan aroma septitank tadi muncul tiba-tiba dan memaksa masuk kedalam rongga hidungku. Saat itu rasanya mau menangis karena aku harus istirahat cepat karena aku dan Dini harus dilokasi makeup jam 7 pagi. 

Aku menarik selimut dan membungkus badanku sampai hujung kepala. Bau busuk ini sama seperti bau septitank saat aku masuk lobi hotel. Oh, tuhan dugaan apa lagi benakku membatin. 

Aku memaksakan tidur, saat itu jam  menunjukkan jam 1.00 pagi dan  seketika aku terlelap, tapi lagi-lagi hidungku tidak bisa kompromi sama sekali, udara busuk itu muncul dan masuk dari hidung menabrak semua kedamaian di rongga hidungku dan menghajar semua saraf-saraf di otakku, membuatku semakin kesal dan dengan emosi yang tidak terkontrol aku bangun, aku rasanya ingin keluar dan marah ke petugas di meja resepsionis tapi niat itu ku urungkan karena sudah larut malam, kulihat AC yang sedang membuka dan mengatup saluran udaranya. Udara yang keluar dari mesin itu berbau aneh dan busuk.

Aku yakin udara busuk ini datang dari udara AC ini, karena seisi ruangan kamarku dipenuhi aroma busuk septitank dikala hujan turun. Bisa dibayangkanlah aroma ini mengganggu sekali. Aku mellirik remote AC di atas meja yang terletak diantara ranjang kami berdua, dengan emosi meluap ku matikan AC yag ada dan suasanan menjadi hening. Aku mencoba  memakai selimut untuk membungkus diriku, dan benar saja usai mematikan AC, aroma busuk septitank hilang semua. Aku menghela nafas lega, bersyukur akhirnya aq dapat tidur lebih tenang. Meski akhirnya aku tidur kepanasan.

Derita malam tidak berakhir sampai disitu, pagi hari saat semua sudah bersiap. Aku dan Dini  berdua keluar ruangan  untuk pergi ke rumah calon pengantin dan bau itu muncul  lagi di area itu, aroma baunya  kuat sekali. Padahal saat itu jam 7.00 pagi.  Aku tidak tahu apakah aroma itu berasal dari toilet yang berada bersebelahan ruang resseprionis atau tempat apa yang pasti hidungku menolak aroma itu. Aku melangkah keluar kamar  bersama Dini dan bergegas keluar dari lobi untuk kerumah calon pengantin kami. Urusan utamaku bukan bau dajjal itu fikirku. 

Menurutku manajemen hotel harus lebih peduli akan masalah ini, aroma ini tidak bisa diterima semua orang. Tadi malam saja saat meminta password wifie aku sempat heran bagaiman bisa lobi hotel dipenuhi beberapa tamu pria yang asyik menatap layar handphone mereka padahal bau itu tercium sekali aromanya kalau duduk di lobi. 


Siang, usai selesai makeup kami berdua kembali ke hotel, memasuki area lobi hotel,  aroma tersebut masih berseliweran meski tidak kuat seperti tadi malam. Satu sisi yang membuat hotel ini bisa  masih bisa ditoleransi adalah pegawai-pegawai yang bekerja didalamnya, ramah dan baik. 

Ada satu momen dimana saya ingin meminjam piring dan sendok, pihak restorannya mengizinkan kami meminjam malah membawa 2 piring dan 2 sendok ke dalam kamar. Setelah kami gunakan mereka juga mengizinkan kami untuk mencuci piring tersebut didapur karena memang kami yang menggunakannya diluar restoran.


Semoga Hotel Harmoni Langsa lebih baik lagi. Sukses terus!!!

Untuk reservasi bisa menghubungi nomor kontak dan alamat berikut :
#Hotel Harmoni - Langsa
JALAN A.YANI NO 222 LANGSA - ACEH
TELEPN : 0641-23000

#REVIEWHOTEL
#HOTELLANGSA
#HOTELACEH






18 Komentar

  1. Semoga menjadi perhatian manajemen hotel ya, soalnya ini terkait dg kenyamanan dan bs berpengaruh pd tingkat kunjungan selanjutnya. Tfs Dika...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, sayang sekali hotel besar begini tercemar dengan baunya yang tidak jelas asal muasalnya.

      Hapus
  2. Herannya, tamu lain kok bisa nyaman ya? Apa mereka gak merasa ada bau septictank ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah kak, kalau upil awak tadi yang bauk mungkin awak tau diri , ini yang bau berasal dari hotel itu sendiri, ntah karena hidung mereka yang membal bau atau bagaiman, I dunno kak ..

      Hapus
  3. Saya pernah juga menginap disana. Alhamdilillah ga ada kendala. Semoga hotel ini semakin baik dalal servicenya

    Salam kenal ya dari Sani
    http://kakilasak.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal bg sani, wah enak kalo gitu abang, nah ini pengalaman pertama, mungkin next kalau kesana lagi beda kisah,. heheheh

      Hapus
  4. Sudah mengajukan komplen karena tidak nyaman nginap di sana zik? Sebaiknya sih di bicarakan saja dg staf2 hotelnya biar mereka lebih sadar

    BalasHapus
    Balasan
    1. tengah malam kak, mau keluar aja dah oyong kepala kak, karena diperjalanan sempat uek 2 kali, huuhu

      Hapus
  5. Wahh kesal juga kalau mendapatkan pengalaman yang seperti itu. Apakah sudah coba ditanya ke pihak hotelnya kak? Nggk tau jg ya kenapa sumber bau tersebut bisa datang dari ac nya.

    Semoga pengelolanya membaca ini deh dan bisa berubah jd lebih baik lagi. Pun walaupun kakak komplain terhadap baunya, kakak masih baik kok mau cantumin kontak hotelnya. Semoga saja waktu itu cuma kesalahan teknis

    BalasHapus
  6. Udah dibicarakan dengan stafnya kk? Bagusnya sih kita ngomong langsung juga coz kita kan udh keluar uanh toh kita komplen kan demi kebaikan mereka juag

    BalasHapus
    Balasan
    1. dah malam kali kak, mau bangkit keluar dah gak sanggup kak, krn cape x dijalan kak, terasa kali kalo kita ah tidur terbangun tu kepala dah berat kali mau jalan, mau komplen rasanya sia2 kaka krn kamar full kata resepsionisnya. jadi solusi lain jg gak ada slain pindah hotel.huhu

      Hapus
  7. Ini namanya zonk hahaa apa yg dibilang "make you comfort' tapi kalo kita komplen bisa aja sih diganti kamar

    BalasHapus
    Balasan
    1. zonk kali kak, dah kebayang bobok cantik malah bobok merengut awak, kamar full kak huhu

      Hapus
  8. Aih...semoga jadi catatan penting ya...mengganggu banget nih sama pengunjung

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, pastilah. pening kali kak pening huhu baunya

      Hapus
  9. Seketika saya yang membacanya ikutan jadi merasakan juga betapa tidak nyamannya. Iya, semoga saja ke depannya pelayanan dan tempat menjadi lebih baik lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin kak, aamiin, memang tidak nyaman sekali cem nerakak malam itu, huhu

      Hapus
  10. wah kalo hotel kyk gini main game pun ga nyaman dah ahahhahah btw gue lg ke hook banget cuy sama ni game https://3kr.wavegame.net/ cobain dah cuy seru bet dah jaminnn wakowakowako

    BalasHapus